Berusaha untuk melaksanakan syariat agama acapkali tidaklah mudah. Apalagi saat umur dunia semakin tua, semakin banyak orang yang tidak peduli terhadap agamanya. Tolak ukur kebenaran tidak lagi aturan ilahi, namun menurut keumuman dan jumlah orang. Sehingga, ketika ada orang yang ingin menghidupkan sunnah rasul dan komitmen terhadap agamanya malah jadi bahan omongan, celaan, bahkan dimusuhi. Namun itu semua tidak seharusnya melemahkan seorang hamba yang beriman untuk tunduk pada Rabb-nya. Bahkan dengan bijak disiasati agar halangan-halangan tersebut tidak menjadi “onak dan duri” lagi. Dengan demikian, Insya Allah lama-kelamaan mereka pun akan “membiarkan” kita dan tidak menutup kemungkinan mengikuti langkah kita menyongsong cahaya hidayah.
Jika kita lihat kembali perjuangan para pendahulu kita, halangan yang kita temui untuk menegakkan syariat yang shahih tentu belum seberapa. Celaan dan hinaan, ibaratnya sudah menjadi santapan mereka sehari-hari. Adapun teror fisik, terlalu banyak untuk disebutkan ragam siksaan yang mereka alami. Namun mereka tetap tegar demi menggapai ridha ilahi, dan pada akhirnya mereka pun berhasil. Namanya tercatat harum dalam sejarah dan menjadi teladan bagi siapa saja yang mendamba surga.
Ukhti, kami ikut gembira dengan adanya secercah hidayah yang menerpa ibu ukhti. Tidak menutup kemungkinan, itu merupakan buah kesabaran ukhti dalam menghadapi “permusuhannya”. Semoga kian hari, cahaya hidayah semakin menerangi keluarga ukhti. Tak lupa, semoga rumah tangga ukhti dianugerahi sakinah mawaddah wa rahmah dan mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala membimbing dan memudahkan kita untuk meniti jalan golongan yang selamat (Firqatun Najiyah) ini.
Jumat, 24 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar